Press ESC to close

WordPress 7.0 Rilis: Cek PHP dan Hosting Anda Sebelum Update

Kalau website Anda berjalan di WordPress, WordPress 7.0 layak masuk daftar prioritas. Versi bernama sandi “Armstrong” ini dirilis pada 20 Mei 2026. Update ini sering disebut yang terbesar sejak era Gutenberg. Fitur AI kini masuk ke inti WordPress, tampilan admin mulai dirombak, dan syarat server ikut naik. Artikel ini membahas hal-hal yang perlu dicek di hosting atau VPS Anda sebelum update.

Apa yang Baru di WordPress 7.0?

Beberapa perubahan utama yang dibawa WordPress 7.0:

  • Fondasi AI di inti WordPress. Ada AI Client, Abilities API, dan halaman Connectors tempat admin menghubungkan penyedia AI eksternal. Ada juga plugin AI resmi yang bersifat opsional, untuk membuat gambar, judul, ringkasan, dan teks alternatif gambar.
  • Admin yang mulai didesain ulang. Ini perombakan antarmuka pertama sejak 2013, dilengkapi command palette untuk navigasi cepat.
  • Visual Revisions. Riwayat revisi di editor kini lebih mudah dibaca.
  • Notes yang lebih berguna. Fitur catatan di editor kini punya notifikasi email dan mode Suggestions.

Kolaborasi real-time batal ikut

Banyak orang mengira WordPress 7.0 akan memungkinkan beberapa orang menyunting satu artikel bersamaan, seperti Google Docs. Fitur itu tidak jadi dirilis. Pada 8 Mei 2026, sekitar dua belas hari sebelum peluncuran, kolaborasi real-time dicabut dari rilis ini. Alasannya kekhawatiran soal stabilitas, beban server, dan performa. Jika Anda membaca artikel yang masih menjanjikan fitur ini di 7.0, kemungkinan artikel itu ditulis sebelum keputusan tersebut.

Syarat Server: Minimum vs Rekomendasi

Di sinilah pemilik website paling sering salah paham. WordPress 7.0 menaikkan batas minimum PHP dari 7.2.24 ke PHP 7.4. PHP 7.2 dan 7.3 tidak lagi didukung. Ini kenaikan minimum PHP pertama sejak WordPress 6.6. Website di PHP 7.2 atau 7.3 tidak akan mendapat update ini dan tetap berada di cabang 6.9.

Namun, “bisa jalan” tidak sama dengan “layak dipakai”. Berikut ringkasannya:

  • PHP: minimum 7.4. Rekomendasi inti WordPress adalah PHP 8.3 atau lebih baru. Tim Hosting WordPress menyarankan PHP 8.4 atau 8.5 untuk instalasi baru.
  • MySQL: batas minimum teknis masih 5.5.5. Rekomendasi untuk instalasi baru adalah MySQL 8.4.
  • MariaDB: rekomendasi untuk instalasi baru adalah 10.11, 11.4, atau 11.8.

Perlu dicatat, beberapa blog hosting menulis bahwa MySQL 8.0 adalah syarat wajib. Sumber yang lebih resmi menyebut MySQL 8.0 sebagai rekomendasi, bukan batas minimum. Salah satu situs bahkan sudah memuat koreksi editorial soal ini. Untuk kepastian, rujuk halaman resmi WordPress 7.0 Server Compatibility dan jangan hanya mengandalkan artikel pihak ketiga.

Kalau Anda sudah membaca soal pensiunnya PHP 8.2, logikanya sama: pilih versi PHP yang masih mendapat dukungan keamanan, bukan yang sekadar masih kompatibel.

Dampaknya untuk Hosting dan VPS

1. Fitur AI butuh koneksi keluar

AI Client bekerja dengan menghubungi penyedia AI lewat internet. Artinya server Anda perlu mengizinkan koneksi HTTPS keluar. Sebagian hosting murah memblokirnya. Jika fitur AI tidak jalan padahal API key sudah benar, tanyakan hal ini ke penyedia hosting. Di VPS, periksa aturan firewall Anda sendiri.

2. Plugin admin berpotensi bermasalah

Halaman admin yang memakai DataViews menggantikan tabel lama WordPress. Plugin yang memodifikasi tampilan admin lama bisa tampil berantakan atau error. Karena itu, uji dulu di staging sebelum update di website produksi.

3. Versi PHP sering jadi penghambat

Di shared hosting, versi PHP biasanya bisa diganti per domain lewat cPanel atau Plesk, misalnya lewat menu MultiPHP Manager atau PHP Settings. Di VPS, Anda mengaturnya sendiri lewat paket PHP-FPM di server. Pastikan plugin dan tema Anda kompatibel sebelum menaikkan versi.

Checklist Sebelum Update ke WordPress 7.0

  1. Backup lengkap file dan database. Simpan salinannya di luar server.
  2. Cek versi PHP dan database lewat menu Site Health > Info di dashboard WordPress.
  3. Buat staging. Salin website ke lingkungan uji dan coba update di sana lebih dulu.
  4. Periksa kompatibilitas plugin dan tema lewat catatan perubahan dari pengembangnya. Perhatikan plugin yang mengubah tampilan admin.
  5. Naikkan PHP bertahap. Mulai dari 8.3, lalu pertimbangkan 8.4 jika semua plugin aman.
  6. Update setelah ekosistem tenang. Menunggu beberapa hari setelah rilis sebelum update di website bisnis adalah langkah yang wajar.
  7. Pantau error setelah update, terutama di halaman checkout, formulir, dan login.

Kapan Perlu Pindah ke VPS?

Jika hosting Anda masih terkunci di PHP lama, tidak bisa mengganti versi PHP, atau memblokir koneksi keluar, mungkin saatnya mencari paket yang lebih fleksibel. VPS memberi kendali penuh atas versi PHP, database, dan firewall. Konsekuensinya, Anda atau tim Anda yang mengurus keamanan dan pemeliharaan server. Kalau tidak ingin repot, pilih layanan managed VPS atau managed WordPress hosting yang sudah mendukung PHP 8.3 ke atas.

Kesimpulan

WordPress 7.0 bukan sekadar update rutin. Fondasi AI, admin baru, dan syarat server yang lebih tinggi membuat kualitas hosting makin menentukan pengalaman Anda. Kabar baiknya, persiapannya sederhana: cek versi PHP dan database, backup, uji di staging, lalu update dengan tenang. Jangan lupa, fitur kolaborasi real-time yang ramai dibicarakan belum ada di versi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *