
Website yang tiba-tiba menampilkan pesan “DNS address could not be found” memang menjengkelkan. Masalah ini, yang sering disebut sebagai DNS error, bisa membuat pengunjung kehilangan akses dan Anda kehilangan potensi pendapatan. Ini bukan berarti website Anda hilang, melainkan gagal diterjemahkannya alamat domain ke alamat IP server.
Penyebabnya cukup beragam, mulai dari koneksi internet lokal yang bermasalah hingga konfigurasi server yang keliru. Jangan buru-buru menghubungi penyedia hosting, karena seringkali solusi cara mengatasi DNS error bisa Anda lakukan sendiri dengan cepat menggunakan langkah-langkah sederhana berikut ini.
Mengenal DNS dan Gejala DNS Error
DNS atau Domain Name System berfungsi layaknya buku telepon internet. Ketika Anda mengetik nama domain di browser, DNS menerjemahkannya menjadi alamat IP server tempat file website disimpan. Proses ini terjadi dalam hitungan milidetik dan melibatkan resolver, root server, TLD server, hingga nameserver domain Anda.
Ketika ada kegagalan dalam rantai penerjemahan itu, muncul notifikasi DNS error. Gejala paling khas adalah browser menampilkan kode seperti DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN, DNS_PROBE_FINISHED_BAD_CONFIG, atau ERR_NAME_NOT_RESOLVED. Pada beberapa kasus, website hanya bisa diakses di perangkat tertentu tetapi gagal di perangkat lain.
Mengapa DNS Error Bisa Terjadi?
Memahami akar masalah membantu proses perbaikan. Masalah ini bisa bersumber dari sisi pengunjung maupun dari sisi server Anda. Berikut beberapa penyebab paling umum yang perlu Anda identifikasi.
1. Koneksi Internet Bermasalah
Terkadang, masalah paling sederhana adalah koneksi Anda sendiri. Router yang perlu direstart atau ISP yang sedang mengalami gangguan dapat menyebabkan kegagalan resolver DNS sementara. Sebelum menyentuh pengaturan server, selalu pastikan koneksi internet Anda stabil dan bisa membuka website lain.
2. Cache DNS Lokal yang Rusak
Sistem operasi Anda menyimpan cache DNS untuk mempercepat koneksi ke website yang sering dikunjungi. Jika terjadi perubahan alamat IP server baru-baru ini, cache lama bisa bentrok dan menyebabkan DNS error. Inilah alasan mengapa membersihkan cache atau flush DNS sering menjadi solusi ajaib.
3. Firewall atau Antivirus Terlalu Agresif
Beberapa perangkat lunak keamanan memblokir akses ke alamat IP tertentu secara otomatis jika dianggap mencurigakan. Hal ini bisa menyebabkan kegagalan resolusi nama domain. Menonaktifkan sementara firewall atau menambahkan domain Anda ke pengecualian bisa menjadi tes cepat untuk memastikan penyebabnya.
4. Konfigurasi Nameserver yang Salah
Ini penyebab paling serius dari sisi server. Jika Anda baru saja melakukan transfer domain atau mengganti penyedia hosting, data nameserver bisa saja tidak terpropagasi sempurna. Kesalahan pengetikan alamat nameserver, atau nameserver lama yang belum dihapus, juga menyebabkan DNS gagal menerjemahkan domain Anda.
Cara Mengatasi DNS Error Secara Bertahap
Silakan ikuti langkah-langkah diagnosis dan perbaikan di bawah ini. Prosedur ini disusun dari yang paling sederhana hingga ke tingkat server, sehingga Anda tidak perlu melakukan langkah rumit jika ternyata masalah hanya di perangkat lokal.
1. Cek Jaringan dan Ganti DNS Resolver
Mulailah dengan mengetes website Anda lewat jaringan seluler atau VPN. Jika di jaringan lain berhasil, berarti masalah ada di koneksi internet Anda. Solusinya adalah mengganti DNS resolver ISP dengan DNS publik yang lebih cepat dan andal seperti Google DNS (8.8.8.8 dan 8.8.4.4) atau Cloudflare (1.1.1.1).
Cara mengubahnya cukup masuk ke pengaturan jaringan perangkat Anda. Di Windows, Anda bisa mengubahnya di Properties koneksi Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4). Ganti opsi DNS menjadi “Use the following DNS server addresses” dan masukkan alamat-alamat tadi.
2. Lakukan Flush DNS Cache
Cache DNS lokal yang usang harus dibersihkan agar sistem mengambil data alamat IP terbaru dari server otoritatif. Cara mengatasi DNS error dengan metode ini berbeda-beda di setiap sistem operasi.
Untuk pengguna Windows, buka Command Prompt sebagai Administrator, lalu ketik perintah ipconfig /flushdns dan tekan Enter. Di MacOS, buka Terminal dan jalankan sudo dscacheutil -flushcache; sudo killall -HUP mDNSResponder. Untuk Linux, perintahnya biasanya sudo systemd-resolve –flush-caches. Setelah itu, refresh browser Anda.
3. Periksa Status Propagasi DNS
Jika Anda baru saja memperbarui nameserver, perubahan ini butuh waktu untuk menjalar ke seluruh server DNS di dunia, proses yang dikenal sebagai propagasi DNS. Propagasi bisa memakan waktu hingga 48 jam, meski seringkali hanya beberapa jam saja.
Gunakan layanan pengecekan DNS propagation checker seperti yang disediakan WhatsMyDNS. Masukkan nama domain Anda dan lihat hasilnya secara global. Jika banyak lokasi masih menampilkan IP lama, Anda hanya perlu menunggu. Namun jika hasilnya acak atau kosong, mungkin ada kesalahan pengaturan.
4. Tinjau Ulang Konfigurasi Nameserver di Registrar
Masuklah ke akun tempat Anda membeli domain (registrar). Cari menu DNS Management atau Nameserver Settings. Pastikan alamat nameserver yang tertera persis sesuai dengan yang diberikan oleh penyedia hosting Anda. Satu huruf saja typo dapat menyebabkan kegagalan resolusi masif.
Sebuah praktik yang baik adalah menggunakan minimal dua nameserver (ns1 dan ns2) untuk redundansi. Jika Anda memegang VPS, pastikan layanan DNS di server seperti BIND atau PowerDNS berjalan normal. Untuk panduan terkait hosting, Anda bisa membaca lebih lanjut di panduan memilih hosting yang tepat.
5. Cek File Konfigurasi DNS (DNS Zone)
Jika nameserver sudah benar tapi website tetap error, masalah mungkin ada di dalam file catatan DNS (DNS zone). File ini berisi berbagai record penting. Berikut beberapa record yang wajib diperiksa:
- A Record: Harus menunjuk ke alamat IPv4 server hosting Anda. A Record yang salah arah adalah penyebab umum DNS error.
- AAAA Record: Sama seperti A Record, tapi untuk alamat IPv6. Pastikan ini juga dikonfigurasi jika server Anda mendukungnya.
- CNAME Record: Untuk alias seperti “www”, harus merujuk ke domain utama atau A Record yang benar.
- MX Record: Walaupun untuk email, MX Record yang salah arah ke server mati juga bisa menghasilkan error parsial.
Jika Anda menggunakan panel kontrol hosting, area ini mudah diakses. Di VPS dengan aaPanel, Anda juga bisa mengelola zone ini langsung. Untuk memastikan keamanannya saat mengelola sendiri, pahami dulu cara meningkatkan keamanan VPS Anda.
Cara Mencegah DNS Error di Masa Depan
Setelah berhasil mengembalikan akses website, langkah preventif akan mengurangi risiko kejadian serupa terulang. Beberapa langkah tidak hanya mencegah error, tapi juga membuat performa website lebih optimal.
Pertama, alih-alih hanya bergantung pada nameserver bawaan hosting, gunakan layanan DNS premium atau managed DNS dari penyedia infrastruktur global. Layanan ini menawarkan keandalan dan kecepatan propagasi lebih tinggi, serta proteksi terhadap serangan DDoS yang bisa menarget DNS. Kedua, selalu terapkan Time to Live (TTL) yang wajar pada setiap record. TTL terlalu tinggi memperlambat propagasi, sementara TTL terlalu rendah membebani server.
Ketiga, manfaatkan monitoring website. Layanan monitoring akan langsung mengirim notifikasi jika website down atau terjadi kegagalan resolusi, sehingga Anda bisa melakukan cara mengatasi DNS error lebih dini sebelum pengunjung komplain. Terakhir, backup selalu file zone DNS Anda sebelum melakukan perubahan besar. Dengan memiliki cadangan, Anda bisa mengembalikan konfigurasi yang berfungsi dalam hitungan detik.
Kapan Harus Menghubungi Dukungan Teknis?
Jika Anda sudah mencoba semua langkah di atas dan masalah belum terselesaikan, kemungkinan ada kesalahan teknis di sisi server yang membutuhkan intervensi administrator. Ini bisa berupa kegagalan perangkat lunak DNS server, aturan firewall yang salah, atau bahkan kesalahan routing jaringan.
Sampaikan dengan detail langkah diagnosis yang sudah Anda lakukan. Informasi ini akan mempercepat tim dukungan dalam mengidentifikasi akar masalah. Sebagai pemilik website, memiliki tim support hosting yang responsif sangat penting untuk meminimalkan dampak DNS error terhadap bisnis Anda.